
Banyak diantara orang-orang disekitar kita, mungkin kakak, orang tua ataupun tetangga sekitar itu bekerja, banyak diantaranya berprofesi sebagai karyawan, pekerja serabutan ataupun berwirausaha. Terkadang beberapa kali kita mendengar beberapa diantaranya mengeluh tentang tempat kerjanya, sistem, ataupun aspek yang ada di dalamnya. Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan ketidak nyamanan kerja seseorang, baik dari diri pribadi maupun lingkungannya. Terkadang saya sendiri pernah merasakan hal yang serupa. "Lalu bagaimana kita bisa merasa nyaman atau bahkan bahagia di tempat kerja?" Setiap dari diri kita pasti mempertanyakan hal tersebut, karena kita mendambakan tempat yang terbaik dan nyaman bagi diri kita. Jika kita bisa merasa nyaman dan bahagia di tempat kerja kita, maka secara tidak langsung produktifitas kerja kita juga akan ikut meningkat.
Sebenarnya definisi bahagia itu sendiri terbilang rumit. Masing-masing orang memiliki tingkat kebahagiaan yang berbeda dan cara pandang mendekripsikan arti bahagia itu sendiri. Walaupun demikian, kita tahu arti bahagia untuk diri kita dari pengalaman yang sudah terjadi di kehidupan kita. Ada yang berpendapat bahwa kebahagiaan di tempat kerja bisa didapat jika kita telah merasa menikmati apa yang telah kita kerjakan, merasa bangga akan pekerjaan tersebut, merasa termotivasi dan masih banyak yang lain tergantung dari sudut pandang kita masing-masing.
Perasaan bahagia bisa didapat dari sikap kita yang positif dan berpikiran positif, lalu apa yang terjadi jika semua berkebalikan?. Alangkah malangnya orang-orang yang bersikap demikian. Bagaimana kita bisa merasa bahagia jika kita selalu berpikiran buruk dan bertingkah buruk pula. Kita berprasangka buruk, berbohong dan melalaikan tugas. Beberapa contoh tadi merupakan cara yang kurang tepat sebagai landasan untuk mencapai kebahagiaan. Padahal ketepatan dalam bersikap dan berpikir merupakan jalan menuju kesuksesan. Seperti pepatah mengatakan, "Apa yang kita tabur adalah apa yang kita tuai." Maka hanya bagi merekalah yang menggunakan cara yang indah yang akan mendapatkan sesuatu yang indah, begitu pula sebaliknya.
Ada suatu kalimat mengatakan, "Tuhan tidak akan merubah nasib kaumnya jika dia tidak mau berusaha merubahnya." Maka jangan salahkan orang lain ataupun perusahaan saat nasib kita belum baik, karena Tuhan tidak akan merubah nasib kita jika kita tidak berusaha. Begitu pula dengan kebahagiaan di tempat kerja tidak akan datang dengan sendirinya jika kita tidak mengupayakannya sendiri. Hal tersebut juga tak terpungkiri dengan adanya kesediaan untuk berubah. Ada orang-orang yang tidak ingin melakukan perubahan karena tidak ingin pergi dari zona nyamannya. Mereka yang demikian itu tak ingin belajar sesuatu yang baru, membentuk sikap dan kebiasaan yang baru, dan lainnya. Maka orang-orang tersebut telah merendahkan nilai diri mereka sendiri jika perubahan yang membawa kabaikan itu tercapai. Mereka tahu kebaikan bisa didapat, namun enggan untuk mempercayainya.
Pada intinya, kita tidak akan menjadi pribadi yang baru jika kita bersikeras menerapkan cara-cara yang lama. Sesuatu yang baru akan kita dapat dengan cara yang baru pula. Termasuk dengan kebahagiaan itu sendiri...
(=^_^=)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar