Rabu, 15 Juli 2009

Bukan Hanya Mimpi 3

Pagi ini adalah awalku untuk mendapat pengalaman baru, sekolah baru dan teman baru. Semua persiapan untuk masa orentasi siswa telah ku persiapkan dengan matang, "semuanya lengkap...", kataku sambil membereskan barang-barang tersebut dan memasukkannya dalam tas kardus yang mesti saya pakai nanti pada saat MOS. Aku pun mengecek kembali barang-barang tersebut sesuai dengan daftar yang ada, "alat tulis, topi dari bola sepak, bekal makanan, coklat, peralatan makan, peralatan sholat dan kantong kresek besar.. hmmm.... sudah lengkap semua."

Tepat pukul 06.00 WIB, aku berangkat menuju sekolah baruku itu dengan mengendarai sepeda motor kesayanganku itu. Tak lupa sebelum berangkat, aku berpamitan dengan kedua orangtuaku, mereka mengantar kepergianku ke sekolah baru dengan haru.

Sesampainya di sana, saya langsung memarkirkan kendaraanku di tempat parkir dengan segera, karena para panitia MOS sudah meneriaki kami. Sepertinya saya terlambat... Tapi ternyata tidak, pnitia MOS hanya menggertak saja. Tak lama kemudian, aku digiring menuju gedung AULA. Di sana sudah tampak banyak calon siswa/i yang hadir. Sesegera mungkin aku langsung mengikuti mereka yang tampak berbaris rapi membuat suatu kelompok, masing-masing kelompok memiliki 12 anggota dan satu pemimpin.

Hmm... aku bingung, aku merasa tidak mengenali anak-anak di depanku ini. Aku melihat ada grup lain yang isinya semua dari sekolahku dulu. Aku mencoba mendekati mereka, namun mereka menolakku karena kelompok mereka sudah lengkan. Akhirnya dengan terpaksa aku kembali ke barisanku semula.

Perlahan aku mengamati teman-teman baruku yang berada di barisan depan. Perlahan, aku sapu raut muka mereka, mencoba mengingat tiap lekuk bentuk mukanya, dan ternyata aku mengenali beberapa orang diantaranya, mereka adalah teman-teman satu kelasku dulu di SMP. Hmm.... Akhirnya aku menemukan orang yang ku kenal, jadi aku tidak canggung lagi. Kemudian aku menyapa mereka satu persatu, diantaranya ada Ima, teman SMP sekaligus SD ku, dan aku melihat seseorang.... dia.... dia adalah Yuda, Yuda Setyawan... Dia yang baru-baru ini telah mengusik malamku. Hmmm... Apa arti sebenarnya ini. Dengan kikuk, kemudian aku menghampirinya dan mengajaknya ngobrol, "Hei, Yuda. Pa kabar ? Woe... sekolah di sini juga kamu...?" Dengan senyum simpul dia menjawab,"Hei, iya. Kamu lihat sendirikan aku ada di sini." Wie... napa hatiku serasa berdebar kencang ketika dia menjawab pertanyaanku itu... Apalagi dengan senyum manisnya itu... Wie....

bersambung.....
hehhehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar